Inter vs Torino: Nerazzurri Buka Musim dengan Pesta Lima Gol di Meazza

Inter vs Torino Nerazzurri Buka Musim

jadwalpialadunia.info – Pertandingan Inter vs Torino di pekan pertama Serie A 2025/26 menghadirkan salah satu performa paling dominan yang bisa diharapkan fans Nerazzurri. Di hadapan puluhan ribu tifosi yang memenuhi Stadion Giuseppe Meazza, Inter Milan melibas Torino dengan skor telak 5-0. Kemenangan besar ini bukan sekadar tiga poin, tetapi juga pesan kuat: Inter siap bangkit setelah musim lalu gagal mengangkat trofi besar.

Babak Pertama: Bastoni dan Thuram Jadi Pembuka

Sejak menit awal, Inter tampil agresif. Cristian Chivu, pelatih anyar yang menggantikan Simone Inzaghi, menurunkan formasi 3-5-2 dengan kombinasi pengalaman dan energi muda. Dari lini tengah, Nicolo Barella memimpin aliran bola dengan tenang, sementara sayap diisi Dimarco dan Dumfries yang rajin menusuk.

Gol pertama datang pada menit ke-18. Dari sepak pojok Barella, Alessandro Bastoni naik paling tinggi dan menanduk bola keras ke gawang Torino. Sundulan sang bek membuat stadion bergemuruh—gol ini seolah jadi simbol bahwa Inter akan tampil lebih tajam musim ini, bahkan dari lini belakang.

Inter tak berhenti menekan. Menit ke-36, giliran Marcus Thuram mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan terobosan dari Petar Sucic, Thuram melepas tembakan mendatar yang gagal dihalau kiper Franco Israel. Skor 2-0 di babak pertama memberi Nerazzurri kepercayaan diri penuh.

Babak Kedua: Lautaro dan Bonny Ikut Bersinar

Setelah jeda, Torino mencoba memperbaiki permainan, tetapi lini belakang mereka justru semakin rapuh. Pada menit ke-52, kesalahan fatal terjadi. Backpass Cristiano Biraghi terlalu lemah, bola dipotong Lautaro Martinez yang langsung menceploskan ke gawang. Sang kapten kembali menunjukkan insting predatornya.

Sepuluh menit kemudian, kombinasi Bastoni dan Thuram kembali menghasilkan gol. Dari sisi kiri, Bastoni mengirim umpan lambung yang disambut sundulan Thuram untuk gol keduanya malam itu. Skor melebar 4-0, dan atmosfer Meazza makin riuh.

Pesta belum selesai. Menit ke-72, debutan muda Ange-Yoan Bonny ikut mencetak gol. Memanfaatkan blunder lini belakang Torino, ia mengontrol bola dengan percaya diri lalu melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Israel. Gol ini disambut meriah, karena Bonny baru saja masuk menggantikan Thuram di babak kedua.

Inter akhirnya menutup laga dengan kemenangan telak 5-0. Bukan hanya skor, tapi juga cara bermain yang meyakinkan.

Statistik dan Susunan Pemain

Dominasi Inter terlihat jelas dari statistik. Penguasaan bola mencapai lebih dari 60%, dengan 14 tembakan tepat sasaran dibanding hanya 3 dari Torino.

Susunan pemain Inter Milan:
Sommer; Bastoni (Henrique 86’), Acerbi, Pavard; Dimarco (Augusto 66’), Mkhitaryan (Zielinski 79’), Barella, Sucic, Dumfries; Lautaro (Diouf 79’), Thuram (Bonny 67’).

Susunan pemain Torino:
Israel; Biraghi, Masina, Coco, Lazaro (Anjorin 79’); Gineitis, Ilkhan (Tameze 58’), Casadei; Vlasic (Aboukhlal 58’), Simeone (Adams 64’), Ngonge (Pedersen 80’).

Komentar Pemain: Semangat Baru

Selepas pertandingan, para pemain Inter terlihat lega sekaligus bersemangat. Marcus Thuram, yang mencetak dua gol, mengatakan kepada Sky Sport Italia:
|
“Kemenangan ini berarti banyak. Kami belum 100 persen, tapi jelas ini awal yang baik. Apa yang terjadi musim lalu sudah berlalu, sekarang saatnya lembaran baru.”

Bastoni juga menegaskan mental tim kini berbeda:

“Kami masih lapar. Musim lalu memang pahit, tapi mencapai final Liga Champions dan hanya terpaut satu poin dari scudetto bukan hal sepele. Kini kami ingin membuktikan bahwa kami bisa lebih baik.”

Ucapan para pemain menggambarkan suasana ruang ganti: penuh motivasi untuk menebus kegagalan musim lalu.

Kilas Balik Musim Lalu: Luka yang Masih Terasa

Kemenangan telak ini semakin bermakna jika mengingat perjalanan Inter di musim 2024/25. Mereka nyaris meraih treble, tapi akhirnya gagal di semua ajang utama: tersingkir di semifinal Coppa Italia, kalah di final Liga Champions, dan finis kedua di Serie A hanya satu poin di belakang Napoli. Ditambah lagi kegagalan di Piala Dunia Antarklub, tekanan terhadap tim semakin berat.

Itulah mengapa start meyakinkan di musim baru sangat penting. Fans ingin melihat Inter bukan hanya bermain indah, tapi juga mengangkat trofi.

Peran Cristian Chivu: Harapan Baru dari Pinggir Lapangan

Kemenangan besar ini juga memberi kredit khusus untuk Cristian Chivu. Mantan bek Inter era 2000-an ini dipercaya memimpin tim utama setelah sukses bersama tim Primavera. Chivu membawa ide segar, menekankan pressing tinggi, dan memberi ruang bagi pemain muda seperti Bonny dan Sucic.

Meski baru awal musim, gaya main Inter terlihat lebih dinamis. Fans berharap Chivu bisa mengikuti jejak sukses pelatih muda lain di Eropa yang berhasil membawa kejutan.

Dampak Kemenangan: Inter di Puncak

Dengan skor 5-0, Inter langsung bertengger di puncak klasemen Serie A berkat selisih gol. Mereka unggul dari beberapa tim lain yang juga menang di giornata pertama. Meski masih panjang, posisi ini memberi suntikan moral besar.

Inter berikutnya akan menghadapi Udinese dan Juventus. Dua laga itu bisa jadi ujian lebih serius untuk mengukur seberapa kuat Nerazzurri musim ini.

Analisis: Apa yang Membuat Inter Begitu Dominan?

Ada beberapa faktor yang membuat Inter tampil begitu perkasa melawan Torino:

  1. Kualitas lini tengah: Barella dan Mkhitaryan mendikte permainan, sementara Sucic memberi energi baru.

  2. Efektivitas serangan: Hampir setiap peluang emas berhasil dikonversi menjadi gol.

  3. Solidnya pertahanan: Bastoni, Acerbi, dan Pavard membuat Torino frustrasi tanpa banyak ruang.

  4. Mentalitas baru: Setelah kegagalan musim lalu, pemain tampak lebih fokus dan disiplin.

Jika tren ini berlanjut, Inter bisa kembali jadi favorit juara Serie A.

Baca juga tentang :

Perspektif Torino: Kekalahan yang Harus Jadi Pelajaran

Bagi Torino, kekalahan telak ini tentu mengecewakan. Lini belakang mereka rapuh, sering melakukan kesalahan elementer yang langsung dihukum Inter. Namun, musim masih panjang, dan pelatih harus segera memperbaiki konsistensi agar tidak kembali jadi korban klub besar.

Torino punya beberapa pemain potensial seperti Simeone dan Vlasic, tetapi mereka butuh organisasi yang lebih rapi agar tidak terjebak dalam zona degradasi.

Pertandingan Inter vs Torino bukan sekadar tiga poin pertama. Kemenangan 5-0 ini adalah pernyataan bahwa Inter Milan siap kembali bersaing di papan atas. Dengan Thuram yang tajam, Lautaro yang konsisten, Bastoni yang solid, serta debutan seperti Bonny yang menjanjikan, Nerazzurri terlihat punya kedalaman skuad yang cukup untuk bersaing di semua kompetisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *