Wolves vs West Ham: Drama Larsen di Menit Akhir Bawa The Wanderers ke Jalur Kemenangan

wolves vs west ham

jadwalpialadunia.info – Pertandingan wolves vs west ham di Piala Liga Inggris (Carabao Cup) jadi salah satu laga paling dramatis awal musim 2025/26. Digelar di Molineux Stadium pada Rabu (27/8) dini hari WIB, laga ini menghadirkan roller coaster emosi bagi fans kedua tim. Wolves yang sempat unggul lebih dulu, justru tertinggal di babak kedua. Namun, dua gol telat Jorgen Strand Larsen di menit 82 dan 84 memastikan kemenangan comeback 3-2 untuk The Wanderers.

Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke putaran ketiga Carabao Cup. Bagi Wolves, ini adalah kemenangan perdana musim ini setelah start yang kurang meyakinkan di Premier League. Sedangkan bagi West Ham, kekalahan ini menambah luka setelah tiga laga awal musim tanpa kemenangan.

Babak Pertama: Penalti Gagal dan Gol Pembuka Gomes

Sejak awal, laga wolves vs west ham sudah berjalan ketat. Wolves mencoba mengambil inisiatif lewat serangan sayap yang dipimpin Hwang Hee-chan dan Rodrigo Gomes.

Momen pertama yang memicu sorotan datang di menit 40 ketika Wolves mendapat penalti. Hwang Hee-chan dijatuhkan oleh Guido Rodriguez di kotak terlarang. Namun, eksekusi Hwang justru mengenai tiang gawang. Stadion sempat terdiam, tapi tensi belum habis.

Beberapa menit berselang, Rodrigo Gomes memanfaatkan kelengahan pertahanan West Ham. Ia melepaskan tendangan akurat yang membuat Sam Johnstone tak berkutik. Gol ini membawa Wolves unggul 1-0 saat turun minum.

Babak Kedua: West Ham Bangkit, Wolves Tertekan

Masuk babak kedua, West Ham tampil lebih agresif. Graham Potter, yang posisinya mulai terancam setelah hanya menang lima dari 21 laga terakhir, memberi instruksi tim untuk bermain lebih menekan.

Hasilnya langsung terasa. Menit 50, Tomas Soucek menyamakan kedudukan lewat sundulan memanfaatkan umpan Kyle Walker-Peters. Skor berubah jadi 1-1.

Tidak berhenti di situ, West Ham berbalik unggul pada menit 63. Kali ini Lucas Paqueta yang memanfaatkan umpan Jarrod Bowen. Gol ini menunjukkan kualitas lini depan West Ham meski mereka masih kesulitan menjaga konsistensi.

Saat itu, fans West Ham mulai berharap kemenangan pertama musim ini bisa diraih di Molineux. Wolves terlihat goyah, dan tekanan semakin berat bagi manajer Vitor Pereira.

Babak Akhir: Jorgen Strand Larsen Jadi Pahlawan

Namun, drama sebenarnya baru terjadi di 10 menit terakhir. Masuk dari bangku cadangan, Jorgen Strand Larsen menjadi pahlawan.

Pada menit 82, Larsen berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 lewat tembakan kaki kiri ke sudut atas gawang. Dua menit kemudian, ia kembali mencetak gol setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang West Ham. Skor berubah jadi 3-2, dan stadion Molineux pun bergemuruh.

Kedua gol ini tak hanya mengamankan kemenangan, tapi juga menunjukkan mental juara Wolves yang enggan menyerah meski sempat tertekan.

Statistik Pertandingan Wolves vs West Ham

Data pertandingan menegaskan dominasi tipis Wolves:

  • Penguasaan bola: 51% – 49%

  • Tembakan: 19 – 7

  • Tembakan tepat sasaran: 6 – 4

  • Akurasi umpan: 84% – 81%

  • Kartu merah: 2 – 1

Wolves memang lebih banyak menyerang, tapi West Ham punya momen efektif di awal babak kedua. Sayangnya, lemahnya konsentrasi mereka di menit akhir membuat hasil positif hilang begitu saja.

Komentar Pelatih

Vitor Pereira (Wolves)

Pelatih Wolves memuji mentalitas timnya, khususnya Jorgen Strand Larsen:

“Jika keputusan ada pada saya, tentu saya ingin dia tetap bertahan. Dia pemain yang sangat penting, pekerja keras, dan tidak pernah menolak untuk bermain meski ada rumor transfer. Dia menunjukkan karakternya malam ini.”

Pereira menegaskan Larsen tidak menunjukkan tanda-tanda ingin pergi meski tengah diincar Newcastle United dengan tawaran £50 juta.

Graham Potter (West Ham)

Sebaliknya, Potter kembali berada di bawah tekanan. Dengan hasil ini, West Ham menelan kekalahan di tiga laga pembuka musim.
“Kami sudah tampil baik di babak kedua, tapi kehilangan fokus di menit akhir. Ini tidak bisa terjadi di level ini. Saya tahu tekanan semakin besar, tapi saya percaya kami bisa bangkit.”

Analisis Taktis

Wolves

  • Formasi 3-4-2-1 membuat sayap mereka cukup dominan.

  • Masalah terlihat di lini tengah yang kurang cepat menutup ruang, membuat Soucek leluasa mencetak gol.

  • Masuknya Larsen menambah dimensi serangan: striker yang tajam sekaligus bisa menahan bola.

West Ham

  • Duet Bowen dan Paqueta tetap jadi ancaman.

  • Namun, lini belakang kembali rapuh. Aguerd dan Mavropanos gagal menjaga koordinasi.

  • Mental tim juga goyah setelah kebobolan gol penyama kedudukan.

Dampak bagi Musim Wolves dan West Ham

Wolves

Kemenangan ini penting untuk membangun kepercayaan diri setelah start lambat di Premier League. Bagi fans, kemenangan dramatis ini menunjukkan bahwa Wolves punya karakter juang yang kuat di bawah Vitor Pereira.

West Ham

Sebaliknya, West Ham harus menghadapi kenyataan pahit: tiga kekalahan beruntun di awal musim. Dengan reputasi Potter yang sudah goyah sejak di Chelsea, masa depannya di London Stadium kini benar-benar dipertanyakan.

Fokus ke Pemain: Jorgen Strand Larsen

Laga ini mungkin akan selalu dikenang sebagai “malamnya Strand Larsen”. Striker Norwegia itu menunjukkan kelas sebagai supersub. Selain dua golnya, ia bahkan sempat diminta Pereira turun membantu bertahan sebagai bek tengah di menit akhir.

Ketika rumor transfer ke Newcastle semakin kencang, performa ini justru memperkuat posisinya sebagai aset penting Wolves. Fans jelas berharap manajemen bisa mempertahankannya.

Pertandingan wolves vs west ham menghadirkan drama yang jarang terjadi. Dari penalti gagal, comeback West Ham, hingga brace telat Strand Larsen, semua terjadi dalam satu malam di Molineux.

Baca juga tentang :

Wolves akhirnya menang 3-2 dan melaju ke putaran ketiga Carabao Cup, sementara West Ham masih terpuruk tanpa kemenangan. Bagi Vitor Pereira, laga ini jadi pembuktian bahwa timnya punya mental baja. Bagi Graham Potter, ini mungkin awal dari ujian berat yang menentukan masa depannya.

Satu hal pasti: duel ini jadi bukti kenapa sepak bola Inggris selalu penuh kejutan dan drama hingga peluit terakhir berbunyi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *